Posts

Thursday, 6 June 2013

Seasick by a wormhole

seasick, even I'm not in the sea.

why am I digging my own grave?
why am I sunk my battleship?
why am I crashed my flying fortress?

give me the answer, Sunny
or should I give up by now?
is my fate are just for eaten by despair?
despair that making a big hole through my body.
despair that made of greed, rage and jelaousy?

Wednesday, 5 June 2013

Hal yang Tak Biasa?

Seekor katak melompat ceria di bawah terik matahari,
bermandi cahaya hangat sang Surya.
Sementara seorang anak kecil dan kakaknya memandang heran sang amfibi.
Sebuah hal yang sangat tak biasa, pikir mereka.

Sementara di surga, salah satu bidadari di hukum ke bumi,
menjalani hidup sebagai manusia.
Sementara di neraka, salah satu setan pergi ke bumi,
memilih belajar menjadi manusia, seutuhnya.

Sebuah hal yang tak biasa,
karena mereka tidak seharusnya bersama.
Namun siapa yang mengerti,
hal serumit cinta?

Matahari memang hangat menyinari,
sedangkan hujan, sejuk membasahi.
yang manapun juga,
"itulah cuaca hati manusia",pikir mereka

Hati manusia tak ubahnya dengan cuaca,
hujan, panas, petir, dan salju mengendalikannya.
seperti pancaroba yang bergerak di peralihan musim tropis
yang menggerogoti setiap manusia.

Ah, aku tak mengerti,
mengapa manusia disibukkan dengan urusan hati?
Cinta, murka, bahagia, trauma.
sama berlawanannya dengan logika dan psikologi.

dan jika ada cinta, kenapa ada murka?
murka hanya menimbulkan trauma.
namun cinta juga membuat bahagia.
dan apalagi,hal yang tak biasa, selain hati?

---
Sakit ini tersembuhkan oleh senyum dan kejujuranmu...
H-26 Before she's come back home..

Tuesday, 28 May 2013

Rintihan Malam

Disini aku terduduk diam,
memandang awan mendung yang menggelayut manja pada langit malam,
menyapa sang dewi malam yang tersenyum tipis kepada setiap insan di bawahnya.
Apa kau mendengarnya, wahai Dewi Malam?

Rintihan seorang cucu Adam,
yang memandang masa lalunya,
yang meneropong masa depannya,
namun tenggelam dalam fatamorgana kehidupan.

Ah, mengapa aku begitu naif?
Mengapa seolah kau tidak memandang kilatan petir di mataku?
Apa goncangan tektonik ini tidak menggugahmu?
Apa gelombang desibel ini tidak mengusikmu?

Biarlah aku naif, toh aku tidak munafik.
Aku suka, aku bilang suka.
Meski aku hanya bisa mengadu pada desiran angin yang mengelus tubuhku.
Biarlah hanya aku dan Tuhan yang tahu rencanaku.